Pandemi Cacar Monyet Mendunia! WHO Desak Semua Negara Untuk Mengumpulkan dan Berbagi Data Terkait Vaksin


Cara Mencegah Cacar Monyet atau Monkeypox-cottonbro-pexels

AKSARA KHATULISTIWA - Monkeypox Disease atau Penyakit Cacar Monyet telah tersebar dengan tingkat penularan yang cukup mengkhawatirkan.

Ketika kasus Monkeypox Disease atau penyakit cacar monyet mencapai lebih dari 18.000 di 78 negara, Organisasi Kesehatan Dunia (Who) merekomendasikan vaksinasi yang ditargetkan pada orang yang terpapar pada seseorang yang terinfeksi dan orang yang berisiko tinggi terpapar, termasuk pekerja konstruksi, pekerja kesehatan, dan pekerja laboratorium.

Meskipun ada sekitar 16 juta dosis vaksin Monkeypox Disease atau penyakit cacar monyet di seluruh dunia, sebagian besar dipasok dalam jumlah besar, yang berarti akan memakan waktu beberapa bulan untuk "mengisi dan menyelesaikan" supaya vaksin tersebut siap digunakan.

(BACA JUGA:Penyakit Cacar Monyet Menyebar, Berikut Penyebab Serta Pencegahan MonkeyPox Menurut Kemenkes dan WHO)

“Namun, kami masih kekurangan data tentang efektivitas vaksin untuk Monkeypox, atau berapa dosis yang mungkin diperlukan. Karena itu kami mendesak semua negara yang menggunakan vaksin untuk mengumpulkan dan berbagi data penting tentang efektivitasnya”, ujar kepala badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Gebreyesus, seperti dikutip dari UN News.

Beberapa negara dengan kasus Monkeypox Disease atau penyakit cacar monyet telah mengamankan pasokan vaksin, dan WHO melakukan kontak dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan pasokan mereka.

Saat ini, lebih dari 70 persen kasus yang dilaporkan terjadi di Uni Eropa dan 25 persen di Amerika. Sejauh ini, lima kematian telah dilaporkan dan sekitar 10 persen dari semua pasien dirawat di rumah sakit.

(BACA JUGA:Gejala Infeksi Penyakit Ringworm Pada Hewan Peliharaan, Segera Tangani Jika Terjadi)

Siapapun bisa terinfeksi, Monkeypox Disease atau penyakit cacar monyet dapat menyebar di rumah tangga melalui kontak dekat antara orang-orang, seperti berpelukan dan berciuman, dan pada handuk atau tempat tidur yang terkontaminasi.

Jika ada orang lain yang tidak terinfeksi menyentuh barang atau permukaan yang sudah disentuh oleh orang yang terinfeksi, maka kesempatan untuk tertular tinggi.

“Anak-anak bisa mendapatkan ruam yang luas dan mengalami dehidrasi. Jika benjolan muncul di leher mereka, sulit untuk menelan dan mereka juga bisa merasakan sakit parah di mulut”, kepala teknis Monkeypox WHO, Rosamund Lewis, dikutip tim AKSARA dari UN News.

(BACA JUGA:Waspada Penyakit Ringworm Pada Kucing! Berikut Gejala serta Penyebab Penyakitnya)

CARA PENCEGAHAN PENYAKIT CACAR MONYET atau PENYAKIT MONKEYPOX

Menurut Dirjen Anung yang dikutip dari laman resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id, penyakit cacar monyet atau monkeypox ini dapat dicegah. 

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak langsung dengan primata atau tikus.

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting yakni membatasi konsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang dan menghindari kontak atau konsumsi daging hewan buruan liar.

Agung juga mengimbau untuk menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi.

Bagi pelaku perjalanan yang baru saja kembali dari wilayah terjangkit penyakit cacar monyet untuk segera memeriksakan diri jika terjadi gejala-gejala demam tinggi dalam waktu kurang dari tiga minggu usai kepulangan.

 

AK

`
Kategori : Internasional
Sumber : un news