ACT Diduga Menyelewengkan Dana Boeing Senilai Rp68 Miliar! Bareskrim Polri: Untuk Koperasi Syariah 212


Bareskrim Polri sita 56 unit kendaraan milik yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT)-Dok-Divisi humas polri

AKSARA KHATULISTIWA - Kasus Act yang diduga menyelewengkan Dana Boeing Senilai 68 M masih terus diselidiki oleh pihak Bareskrim Polri, ada indikasi jika koperasi syariah 212 juga terlibat.

Bareskrim Polri bagian Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusu (Dittipideksus) menduga adanya pengelewengan dana donasi dari boeing mencapai Rp68 miliar yang dilakukan oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

Hal itu masih merupakan temuan sementara dari tim audit keuangan.

(BACA JUGA:Info Vaksin Corner di Mall Surabaya Tanggal 4 - 6 Agustus 2022! Penuhi Syarat dan Ketentuan yang Berlaku)

"Hasil sementara temuan dari tim audit keuangan, akuntan publik bahwa dana sosial boeing yang digunakan  tidak sesuai peruntukannya oleh Yayasan ACT sebesar Rp68 miliar" ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Rabu (3/8/2022) dikutip AKSARA dari PMJNEWS.com.

"ACT memotong donasi 20-30 persen berdasarkan surat keputusan bersama pembina dan pengawas yayasan ACT. SK tersebut antara lain nomor: 002/SKB-YACT/V/2013; omor : 12/SKB.ACT/V/2015; dan Opini Dewan Syariah Nomor : 002/Ds-ACT/lll/2020," imbuhnya.

Bukan berpatok pada hal itu saja, tapi adanya surat keputusan manajemen juga kian menguatkan bukti.

(BACA JUGA:Rugikan Negara 78 Triliun, Surya Darmadi Dikabarkan Kabur ke Singapura! KPK: Kita Punya Perjanjian Ekstradisi)

"Juga dikuatkan dengan adanya surat keputusan manajemen yang dibuat setiap tahun dan ditandatangani oleh keepat tersangka," ujarnya dikuti dari laman resmi PMJNEWS.com


izin ACT dicabut-Indrianto Eko Suwarso-ANTARA FOTO

Diberitakan sebelumnya pada hari Senin (25/7/2022), Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Helfi Assegaf mengumumkan bahwa temuan penggunaan dana donasi dari boeing yang dikelola oleh ACT. salah satunya untuk Koperasi Syariah 212 senilai Rp10 miliar.

"Apa saja yang digunakan tidak sesuai peruntukannya antara lain pengadaan armada truk kurang lebih Rp2 miliar. Kemudian untuk program big food bus kurang lebih Rp2,8 miliar, pembangunan pesantren peradaban Tasikmalaya kurang lebih Rp8,7 miliar," ujar Assegaf, Senin (25/7/2022).

(BACA JUGA:Rachmat Yasin Dinyatakan Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin)

"Selanjutnya, untuk koperasi syariah 212 kurang lebih Rp10 miliar, kemudian untuk dana talangan CV CUN Rp 3 miliar, selanjutnya kemudian dana talangan untuk PT MBGS Rp 7,8 miliar sehingga total semuanya Rp 34.573.069.200,00 (miliar)," imbuhnya.

(DAUD AL IKHLAS)

`
Kategori : Nasional