Langya Virus Zoonotic Spillover Di Cina Timur, Akankah Berpotensi Menjadi Pandemi Lagi?


virus--pixabay

AKSARA KHATULISTIWA - Ketika dunia terus bergulat dengan pandemic covid-19 dan wabah cacar monyet yang mengkhawatirkan, virus zoonosis baru yang kemungkinan ditularkan ke manusia dari hewan telah menarik perhatian para ilmuan. 

Dilnsir AKSARA dari contagionlive.com, setidaknya 35 pasien di 2 provinsi di China telah terinfeksi dengan Langya henipavirus (LayV) yang berbeda secara filogenetik, menurut sebuah laporan di The New England Journal of Medicine.

Para peneliti melaporkan bahwa mereka tidak dapat menemukan bukti bahwa virus tersebut menyebar secara zoonosis.

(BACA JUGA:Kisah Maudy Ayunda Menerpa Hujan Lebat di Gangnam, Seoul! Terjebak Macet Selama 2 Jam Lebih)

Meskipun ukuran sampelnya kecil, mereka menduga virus Langya diinang oleh tikus sebelum menginfeksi manusia.

Setelah dilakukan pengawasan rutin terhadap pasien demam di China timur dengan riwayat pajanan hewan baru-baru ini, tim peneliti mengisolasi infeksi LayV akut setelah analisis metagenomik dari sampel usap tenggorokan 1 pasien.

Selanjutnya, 35 pasien dengan infeksi LayV  diidentifikasi di  provinsi Shandong dan Henan di Cina, 26 diantaranya hanya terinfeksi LayV, yang berarti tidak ada pathogen lain. 

(BACA JUGA:Seohyun Positif Covid, Girl's Generation Batal Tampil di Acara Musik Bulan Agustus 2022)

GEJALA Langya Virus

`
Kategori : Internasional