Lirik Lagu Hymne Guru, Bangkitkan Semangat Untuk Para Guru Dalam Menjadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


--pixabay

AKSARA HATULISTIWA - Lagu Hymne guru, lagu ciptaan Sartono – mantan guru seni musik di yayasan swasta, Kota Madiun, Jawa Timur.

Sang pelopor lagu kelahiran Madiun tahun 1963 ini mendedikasikan diri pada bangsa lewat karyanya yang berjudul “Hymne Guru”  ini.

Rupanya kegemaran sartono terhadap music sudah digelutinya sejak kecil.

Sedikit cerita tentangnya, ia sempat putus sekolah saat menginjak kelas 2 SMA lantara kendala keuangan. Kemudian ia bekerja di Lakananta, sebuah perusahaan rekaman dan produsen piringan hitam yang kini sempat menjadi salah satu tempat rekaman band Pandai BesI.

Bermula dari sinilah ia tergabung dalam grup music keroncong milik TNI AU di madiun

Lagu Hymne Guru ini semula diciptakan dalam rangka mengikuti lomba cipta lagu Hymne Guru yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Nasional (kini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).

(BACA JUGA:Gak Perlu Klaim BPJS Kesehatan! Primbon Jawa Ungkap Cara Mengetahui Jenis Penyakit dan Obatnya, Simak di Sini)

Pada saat itu, tepatnya tahun 1980, sartono tidak sengaja membaca lomba cipta lagu Hymne Guru saat dalam perjalanan menuju Perhutani Ngajuk untuk mengajar kulintang.

Ia pun bekerja keras hingga akhirnya terciptalah lirik lagu ini setelah memunculkan istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” di bagian baris akhir.

Sartono mendapat sebuah piagam penghargaan melalui lagu ciptaannya ini mulai dari gubernur hingga menteri.

Pahlawan bukan hanya mereka yang memoncongkan senjata kepada para penjajah tapi mereka juga yang telah menyelamatkan masa depan para generasi bangsa, yaitu guru. sebagaimana dalam lirik lagu Hymne ciptaan Sartono ini

(BACA JUGA:Hoki Selamat Dunia Akhirat! 5 Weton yang Dilindungi dari Marabahaya, Sial dan Musibah)

Untuk lebih manghayati lagu Hymne Guru ini, simaklah lirik lagunya beriikut ini

 

“Lirik Lagu Hymne Guru”

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu

 

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Pembangun insan cendekia

(BACA JUGA:Solusi Pelunas Hutang AkuLaku dan Kredivo! Amalan Untuk Mengatasi Tunggakan Kredit, Cukup Lakukan Hal ini )

Terpujilah wahai ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu

 

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

 

Dalam lirik lagu Hymne Guru, digambarkan pentingnya peran guru dalam mendidik dalam mencerdaskan anak anak bangsa.

Menggambarkan seorang guru sebagai penerang bagi muridnya yang penuh ketidaktahuan dan haus akan pengetahuan. Gurulah yang mengantarkan dan mengarahkan kemana kita akan melanjutkan perjalanan panjang sebagai generasi muda bangsa.

Hal ini termaktub dalam lirik lagu yang berbunyi “Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangs, tanpa tanda jasa”.

(BACA JUGA:Tafsir Weton Jodoh! Selasa Legi Akan Hidup Bagai Ratu Jika Menikah dengan 2 Weton Ini)

“terpujilah wahai engkau ibu bapak guru”

Lirik lagu tersebut dimaknai sebagai seorang guru yan gperannya tidak hanya sebagai pengantar ilmu pengetahuan saja melainkan juga sebagai pendidik bagi mmuris-muridnya sehingga mereka menjadi peribadi yan gberakhlak dan bermoral.

Pada akhirnya, jasa guru tak terukur nilainya, seperti pada lirik “Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku, sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu.”

Ini karena guru adalah salah satu bentuk pahlawan bangsa yang tidak menggunakan senjata ataupun ikut perang, namun mereka menggunakan ilmu yang disebarkan kepada muridnya. Itulah mengapa, guru dikatakan sebagai “tanpa tanda jasa.”

(Saturn)

`
Kategori : Nasional