Banjir Besar Di Korea Utara Menewaskan 2 Orang, Warga Kesal Tidak Dilaporkan


Banjir Dahsyat Di Korea Utara Menewaskan 2 Orang, Warga Kesal Tidak Dilaporkan--Pixels @Genaro Servín

AKSARA KHATULISTIWA - Warga Korea Utara telah menyatakan frustrasi atas kegagalan media pemerintah untuk melaporkan banjir besar yang melanda negara itu dan menewaskan dua orang.

Seorang penduduk mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa media Korea Utara hanya sibuk meliput ulang tahun terakhir pendudukan Jepang setelah Perang Dunia Ii. Pemberitahuan itu terjadi pada Senin (15/8).

"Penduduk yang terkena dampak mengalami hujan lebat di seluruh negeri. Namun, surat kabar dan penyiar hari ini tidak menyoroti dampak banjir atau penanganannya, hanya cerita tentang perayaan 15 Agustus dan kembalinya tentara ke Pyongyang."Ungkapnya 

(BACA JUGA:Pemula Wajib Merapat! Berikut 6 Cara Merawat Ikan Channa Soeltan Seharga Jutaan Rupiah)

Keluhan ini muncul setelah hujan lebat melanda beberapa wilayah Korea Utara pada Minggu (14/8). Kemudian hujan membanjiri banyak daerah dan menyebabkan banjir.

Hujan deras tidak berhenti di wilayah Pantai Barat. Bulan ini saja, Sungai Sachon telah meluap dua kali, membanjiri sawah dan ladang lainnya di daerah tersebut.

Banyak penduduk daerah Kwaksan, Pesisir Barat, merapat perahu kayu mereka di marina. Banjir itu disertai puluhan pelaut. 

(BACA JUGA:Benarkah Ikan Cupang dapat Dipelihara dalam Satu Akuarium? Simak Trik Berikut Ini)

"Dua orang yang mencoba menyelamatkan sebuah kapal hanyut dan mereka meninggal," kata sumber itu. 

Sementara warga lainnya meratapi sawah dan ladang mereka yang terendam banjir, padahal di masa krisis seperti sekarang ini, makanan sangat dibutuhkan.

Banjir tidak hanya merusak ladang tetapi juga rumah penduduk di daerah Hongwon. Warga trauma karena baru saja membangun kembali rumah mereka setelah diterjang banjir tahun lalu.

(BACA JUGA:The Sacred Nusantara Karya Alffy Rev Rilis! Ini Review dan Ulasannya)

Seorang warga Hongwon mengatakan bahwa lebih dari 50 keluarga harus dievakuasi karena banjir yang tak henti-hentinya.

"Yang akan dievakuasi adalah mereka yang tinggal di dekat Sungai Sodaechon, termasuk Desa Nampung dan Pohyun. Untungnya, tidak ada yang terluka, tetapi rumah-rumah yang terendam banjir tahun lalu kini banjir lagi.

 

(Bylls)

AK

`
Kategori : Internasional
Sumber : radio free asia