4 Kunci Keberhasilan Xi Jinping Membawa China Menjadi Negara Adidaya


Presiden China Xi Jinping --Tangkapan Layar Instagram @turnbackhoaxid

AKSARA KHATULISTIWA - Presiden China Xi Jinping telah mencapai sederet “keberhasilan” sejak memimpin negara tirai bambu pada 2013.

Setelah menjadi presiden, Xi mampu memimpin China menjadi salah satu ekonomi dan pertahanan terbesar. Di bawah kepemimpinannya, China bahkan berhasil mendulang gelar Negara Adidaya saingan Amerika Serikat.

Selama kampanyenya, Xi bersumpah untuk menjadikan China negara adidaya.

(BACA JUGA:Harga OOTD BLACK PINK di MV Pink Venom, YG Entertainment Menghabiskan 160 Juta)

"Kami akan melanjutkan upaya kami untuk mengembangkan Cina," mengutip perkataan Xi dalam China Global Television Network.

Dia berkampanye untuk "Impian China" untuk menginspirasi orang dan menabur harapan. Dia ingin mencapai rekor gol dengan kepemimpinan yang kuat.

China Global Television Network bahkan menulis bahwa pemikiran Xi adalah dasar bagi pembangunan China secara keseluruhan dalam jangka panjang.

(BACA JUGA:Penghambat Rezeki Menurut Primbon, Buang 3 Benda Rusak Ini dari Rumahmu Segera!)

Media lokal China juga mengklaim bahwa China telah membuat kemajuan besar di banyak bidang di bawah kepemimpinan Xi Jinping.

Berikut adalah daftar keberhasilan Xi Jinping sebagai pemimpin China :

1) Menjadikan Cina Sebagai Negara Raksasa

Sejak kepresidenannya. Xi yakin telah berhasil menjadikan China menjadi salah satu ekonomi pertahanan terbesar di dunia.

(BACA JUGA:Jadwal Link Streaming BRI Liga 1 2022-2023, Persita Tangerang vs Persikabo 1973)

Selama kepemimpinan awal ia memperbaiki kebijakan ekonomi utamanya.

Kebijakan reformasi dan keterbukaan adalah keputusan yang tepat. Kami akan melanjutkan jalan ini dengan pendekatan baru dan standar tinggi,” kata Xi pada 2012.

memprioritaskan pembangunan karena efisiensi ekonomi adalah kunci dari pengelolaan yang efektif.

(BACA JUGA:Gak Perlu Cek Weton Online! Ini Cara Ampuh Dapatkan Khodam Leluhur, Menurut Primbon Jawa)

Salah satu perbaruan revolusioner Xi adalah memikirkan kembali pemerintah dan pasar. Kebijakan ini merupakan keputusan penting untuk menjauh dari ekonomi terencana.

Pendekatan koreksi memungkinkan kekuatan pasar memainkan peran yang menentukan dalam alokasi sumber daya. 

++++

2) Menjadi Presiden Paling Kuat China

Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, Partai Komunis China (CPC) memasukkan ide-idenya ke dalam konstitusi partai pada sebuah kongres di Beijing pada Oktober 2017.

(BACA JUGA:Susunan Pemain dan Link Streaming Pertandingan BRI Liga 1 2022-2023, Borneo FC vs Persebaya Surabaya)

Pada Kongres, semua peserta setuju untuk memasukkan Sosialisme Era Baru Xi Jinping ke dalam Konstitusi Partai Komunis.

Merujuk pada sejarah Tiongkok, hanya tiga nama pemimpin Tiongkok yang dicantumkan dalam konstitusi partai.

Di antara mereka adalah pendiri PKC Mao Zedong, Deng Xiaoping dan Xi Jinping.

(BACA JUGA:Siaga Satu! Kementerian Kesehatan Umumkan Kasus Cacar Monyet Pertama Di Indonesia)

3) Pemberantasan Koruptor

Xi diketahui memiliki aturan ketat bagi pejabat korup. Sejak menjabat, ia telah meluncurkan kampanye anti-korupsi untuk membersihkan pejabat korup dari pejabat tinggi dan rendah.

Pada tahun 2017, dikatakan telah menghukum lebih dari satu juta pejabat Tiongkok yang korup di semua tingkatan.

(BACA JUGA:Bela Pesulap Merah, Dr Richard Lee Bikin Asosiasi Dukun Indonesia Gelagapan! Tantang Kekebalan Lewat Suntikan)

"Kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan dan menghukum mereka yang pantas mendapatkannya, Jika kita tidak berani menyalahkan ratusan ribu pejabat koruptor, kita akan melukai hati 1,3 miliar orang," kata Xi.

Suap akan dikenakan hukuman mati jika mereka melakukan suap, suatu tindakan yang melanggar prinsip-prinsip partai.

Cina dikatakan mengeksekusi lebih banyak orang setiap tahun daripada negara lain, meskipun Beijing mengakui bahwa jumlahnya terus menurun selama beberapa tahun terakhir.

(BACA JUGA:Wejangan Primbon Jawa Agar Banyak Rezeki! Bersihkan 3 Hal Ini di Halaman Rumahmu)

Beijing belum merilis data hukuman mati. Namun, Amnesty International memperkirakan bahwa negara itu mengeksekusi ribuan orang setiap tahun karena kejahatan, termasuk kejahatan tanpa kekerasan seperti narkoba dan korupsi. 

`
Kategori : Internasional