Inggris Singgung Rusia di KTT G20: Putin Tak Berhak Duduk di KTT Bali


G20 Presidency of Indonesia--https://g20.org

AKSARA KHATULISTIWA - Inggris sekali lagi menyatakan ketidaksetujuannya atas partisipasi Rusia dalam Forum 20 Negara Ekonomi Terbesar atau G20 selama masih melakukan penyerangan ke Ukraina berlanjut.

London juga kembali menegaskan penolakannya terhadap kehadiran perwakilan Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, pada rangkaian pertemuan G20 tahun ini di Indonesia.

"Rusia tidak berhak duduk di pertemuan G20 sementara penyerangannya terhadap Ukraina terus berlanjut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris, Minggu (21/8).

(BACA JUGA:Vladimir Putin Bakal Hadiri KTT G20 di Indonesia, Joe Biden Galau! Amerika Batal Datang?)

"Kami menyambut baik upaya Indonesia untuk memastikan bahwa dampak perang Rusia diperhitungkan, termasuk indikasi bahwa Presiden (Volodymyr) Zelensky  nantinya akan mewakili Ukraina di KTT G20," tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada November mendatang. Presiden Joko Widodo mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg bahwa Putin dan Presiden China Xi Jinping akan menghadiri pertemuan puncak di Bali nanti.

"Xi Jinping akan datang Presiden Putin juga sudah memberi tahu saya bahwa dia akan datang," kata Jokowi dalam wawancara dengan Pemimpin Redaksi Bloomberg John Micklethwaite, dikutip dari Reuters, Kamis (18/8).

(BACA JUGA:Pintar Mencari Duit! Nikahi Pria yang punya Weton ini Bestie)

Kementerian Luar Negeri China belum menanggapi permintaan konfirmasi dari Bloomberg.

Sementara itu, juru bicara Kremlin menolak mengomentari berita tersebut, tetapi pejabat lain yang mengetahui masalah tersebut menegaskan bahwa Putin berencana untuk menghadiri KTT G20 secara langsung.

Sementara itu, seorang juru bicara Kremlin menolak mengomentari berita tersebut, tetapi pejabat lain yang mengetahui situasi tersebut menegaskan bahwa Putin berencana untuk menghadiri KTT G20 secara langsung.

 

(Bylls)

AK

`
Kategori : Internasional
Sumber : reuters