Peru Menuntut RI Selidiki Kematian Rodrigo Ventosilla, Aktivis LGBT di Bali


Peru Singgung Menuntut RI Selidiki Kematian Rodrigo Ventosilla Aktivis LGBT di Bali --Pixels @Donald Tong

AKSARA KHATULISTIWA - Aktivis Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (Lgbt) di Peru telah melakukan protes terhadap tanggapan pemerintah mereka atas kematian seorang mahasiswa Transgender Harvard di Bali, Indonesia.

Ternyata pria tersebut berkewarganegaraan Peru, lulusan Harvard University dan aktivis hak transgender bernama Rodrigo Ventosilla.

Dia dinyatakan meninggal di Bali karena "kegagalan fungsi tubuh" beberapa hari setelah ditangkap atas dugaan kepemilikan ganja.

(BACA JUGA:Wajib Disimpan ! Inilah 3 Benda Yang Konon Membawa Rezeki Jika Dimasukan Dalam Dompet)

"Kami menyangkal dan mengutuk pernyataan Kementerian Luar Negeri Peru," kata aktivis LGBT Luz Manriquez pada protes kecil di Lima.

Kementerian Luar Negeri Peru telah mengeluarkan pernyataan bahwa Ventosilla ditahan atas tuduhan kepemilikan narkoba, kejahatan yang sangat serius di Indonesia. 

Peru juga mengklarifikasi bahwa penahananVentosilla di Bali bukan karena identitas transgendernya. Namun, Kementerian Luar Negeri Peru belum mengkonfirmasi bahwa pria itu meninggal saat berada dalam tahanan polisi.

(BACA JUGA:Resmi Rilis di Indonesia, Inilah Infinix Hot 12 Pro! Hape 2 Jutaan, Suguhkan Memori Besar)

Manriquez menyatakan bahwa pernyataan Kemlu Peru itu memihak karena mencerminkan posisi Indonesia dan tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut.

`
Kategori : Internasional
Sumber : www.reuters.com