Buntut Penutupan Kasus Santri Tewas Akibat Bullying, Humas Pondok Pesantren Gontor Terbuka Usai Viral


Santri--Pixels @Khoirur El-Roziqin

AKSARA KHATULISTIWA - Usai viral, Netizen mengecam sikap tidak transparan yang dilakukan staff Humas Pondok Pesantren Gontor di Ponogoro, Jawa Timur.

Pondok Pesantren yang terkenal itu kini mendapat kecaman dari netizen karena bersikap ambigu dalam menangani kasus penganiayaan sesama santri yang berujung pada kematian.

Korban berinisial AM (17) dari Palembang dinyatakan meninggal pada Senin (22/8) sekitar pukul 06.00.

(BACA JUGA:Tak Hanya 1! Ternyata Ada 3 Korban Penganiayaan di Pondok Pesantren Gontor! Ustadz Pesantren Diperiksa Polisi)

Di hari yang sama, manajemen Pondok Modern Darussalam Gontor 1 sudah mengetahui bahwa penyebabnya adalah penganiayaan oleh sejumlah santri senior.

Selain AM, ada dua korban penganiayaan lainnya yang saat ini dirawat di rumah sakit. 

Baru sekitar pukul 10.00 pihak pesantren yang diwakili oleh seorang Ustadz Agus menyampaikan kabar duka tersebut kepada keluarga AM di Palembang.

(BACA JUGA:Santri Pondok Pesantren Gontor Tewas Akibat Penindasan, Hotman Paris Marah dan Beri Pesan Ini ke Kapolda Jatim)

Soimah, ibu korban, mengatakan Ustadz Agus mengatakan putranya meninggal karena kelelahan selama Perkemahan Kamis dan Jumat di asrama.

`
Kategori : Nasional