Krisis Listrik Ekstrim Melanda, Jerman Rasakan Imbas Perang Rusia dan Ukraina! Akankah Jerman Bangkrut?


Ilustrasi Krisis Jerman-Pixabay-https://pixabay.com/

AKSARA KHATULISTIWA - Dampak Perang Rusia Dan Ukraina ternyata sangat dirasakan Jerman. Akibatnya, Krisis energi ekstrim sedang melanda seluruh Jerman.

(BACA JUGA:KPK Amankan 205 Ribu Dolar Singapura dan Tetapkan Hakim Agung MA Jadi Tersangka Dugaan Suap!)

Hal ini membuat pemerintah Jerman pun bergegas keluarkan kebijakan secara cepat. Salah satunya adalah penghematan energi. 

Mulai 1 September, semua monumen publik Berlin, balai kota, gedung administrasi negara, perpustakaan, dan museum hanya dapat dinyalakan antara pukul 4 sore hingga 10 malam setiap hari. 

(BACA JUGA:Permasalahan Keluarganya Tak Kunjung Reda, Tasyi Athasyia Luapkan Isi Hatinya Hingga Beri Pesan yang Menyentuh)

Kebijakan mematikan lampu hanyalah bagian dari tindakan penghematan energi, ada juga kebijakan lain seperti semua bangunan umum harus menghindari pemanas ruangan di atas 66 derajat Fahrenheit dan tidak memanaskan lorong, pintu masuk, atau kamar dan pegawai publik pun harus mencuci tangan dengan air dingin.

Menanggapi situasi yang sedang mengancam kesejahteraan Jerman, salah satu guru besar pun ikut berkomentar.

“Kita harus bersatu,” kata presiden baru Universitas Humboldt, Julia von Blumenthal dilansir dari foreignpolicy.com Sabtu, (24/09/22).

(BACA JUGA:Apa Itu Sedekah Bumi di Kampung Kapasan Surabaya? Ternyata Ada Sejak 126 Tahun yang Lalu! Simak Penjelasannya )

Aturan baru Jerman bulan ini juga berlaku untuk sektor swasta seperti mematikan semua penerangan pada papan reklame di sepanjang pusat perbelanjaan Kurfürstendamm pada pukul 10 malam setiap malam.

`
Kategori : Internasional