Kronologi Kasus Mahsa Amini, Wanita Iran yang Meninggal Setelah Dipukuli Polisi Moral! Diduga Karena Hijab


Ilustrasi Mahsa Amini --Twitter @charlie41667777

AKSARA KHATULISTIWA - Seorang wanita berusia 22 tahun telah meninggal di sebuah rumah sakit Iran setelah ditahan oleh wakil Polisi Iran karena melanggar aturan Iran untuk mengenakan Jilbab

Mahsa Amini sedang bepergian dengan keluarganya dari provinsi Kurdistan di barat Iran ke ibu kota Teheran untuk mengunjungi kerabatnya ketika dia ditangkap karena gagal mengikuti aturan ketat negara itu tentang pakaian wanita.

Saksi mata melaporkan bahwa Amini dipukuli di dalam mobil polisi, tuduhan yang dibantah polisi.

(BACA JUGA:Meski Sedang Ada Konflik dan Peperangan Rusia, Vladimir Putin Tetap Hadir dalam KTT G20)

Berita itu muncul beberapa minggu setelah Presiden garis keras Iran Ebrahim Raisi memerintahkan tindakan keras terhadap hak-hak Perempuan dan menyerukan penegakan yang lebih ketat dari aturan berpakaian wajib negara itu, yang mengharuskan semua wanita mengenakan jilbab sejak revolusi Islam 1979.

Keluarga Amini diberitahu bahwa dia dibawa ke rumah sakit beberapa jam setelah penangkapannya. Dia dipindahkan ke unit perawatan intensif di Rumah Sakit Al Kasra.

Menurut organisasi Hak Asasi Manusia Iran Hrana, keluarga Amini diberitahu pada saat penangkapannya bahwa dia akan dibebaskan setelah sesi pemeriksaan ulang.

(BACA JUGA:Ga Perlu Heran BBM di Indonesia Naik! BBM di Jerman Dikabarkan Lebih Mahal, Warganya Lebih Pilih Naik Kuda)

Polisi kemudian mengatakan Amin mengalami Serangan Jantung. Namun keluarga Amini membantahnya dan mengatakan dia sehat dan tidak memiliki masalah kesehatan.

`
Kategori : Internasional