Gas Air Mata, Salah Satu Penyebab Tragedi Paling Buruk Sejarah Sepak Bola! Tragedi Kanjuruhan Salah Satunya!


Penggunaan gas air mata dalam stadion dilarang dalam aturan FIFA-Tangkapan layar-Twitter

AKSARA KHATULISTIWA- Tragedi kelam usai pertandingan Arema fc vs Persebaya dalam lanjutan liga 1 pada sabtu malam (1/10) membuat ratusan nyawa melayang.

Jumlah korban ini bukanlah angka yang kecil dalam dunia per-Sepak Bola-an yang pernah terjadi di indonesia bahkan di dunia.  

Dalam trageni ini netizen banyak mengecam penggunaan Gas Air Mata yang dinilai menjadi pemicu utama jatuhnya ratusan korban tersebut. 

Kejadian ini bermula setelah wasit meniup peluit panjang menandakan pertandingan selesai dimana Arema FC membawa pulang kekalahan dengan skor akhir 2-3.

(BACA JUGA:Dua Mobil Polisi Jadi Sasaran Amukan Suporter Arema! Imbas Kekalahan Oleh Persebaya Surabaya)

Setelah itu, ratusan suporter yang merasa tidak terima kekalahan merangsek masuk ke tengah lapangan. 

Aparat keamanana yang berada di Stadion Kanjuhuran lansung berusaha membubarkan massa. Salah satunya dengan menggunakan gas air mata. 

Hanya saja penggunaan gas air mata di dalam stadion tersebut dipertanyakan netizen, mengingat itu dilarang dalam aturan Fifa.

Dan benar saja, puncak kericuhan terjadi setelah gas air mata di tembakkan. Banyak penonton yang diatas turut panik dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga ratusan nyawa pun berjatuhan. 

(BACA JUGA:AREMA FC Kalah dari Persebaya Surabaya! Ratusan Suporter Singo Edan Ricuh di Stadion Kanjuruhan)

Penggunaan gas air mata di dalam stadion ternyata merupakan pelanggaran kode keamanan FIFA.

Dalam FIFA Safety and Security Regulation pasal 19 jelas disebutkan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion. 

Bahkan dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa kedua benda ini dilarang dibawa masuk ke dalam stadion. Pasal itu berbunyi "no firearms or 'crownd control gas' shall be carried or used"

“Berdasarkan history, gas air mata juga salah satu penyebab dua tragedi paling buruk dalam sejarah sepak bola (belum menghitung Kanjuruhan) : Tragedi Lima, Peru, 1964 & Tragedi Accra, Ghana, 2001” menurut salah satu netizen dalam akun twitter @theflankerID

(BACA JUGA:Terjerat Kasus KDRT dan Perselingkuhan, Begini Ramalan Mendiang Mbak Youl Soal Hubungan Lesty Kejora dan Rizky)

Kedua tragedi tersebut merupakan tragedi paling buruk dalam dunia sepak bola dunia berdasarkan jumlah korban yang berjatuhan.  Tragedi Lima, Peru, 1964 menelan korban sebanyak 328 jiwa, sedangkan Tragedi Accra, Ghana, 2001 menelan korban sebanyak 126. 

Sementara itu Update terakhir per artikel ini ditulis dari dinkes Kab. Malang, jumlah korban yang meninggal sebanyak182 jiwa. 

Berdasarkan data terbaru tersebut, dapat dikatakan bahwa tragedi Arema FC vs Persebaya di Kanjuhuran menembus rekor tragedi sepak bola terburuk kedunia di dunia! 

AK

`
Kategori : Nasional