Penting Untuk Memahami Al-Quran, Yuk Belajar Jumlah Huruf Hijaiyah dan Cara Bacanya, Berikut Ulasannya


ilustrasi foto kitab suci Al Quran-AhmadArdity-Pixabay

AKSARA KHATULISTIWA - Huruf hijaiyah merupakan huruf yang harus dipahami oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia.

Syarat sebelum memahami baca dan tulis Al-Quran, haruslah terlebih dahulu untuk mengetahui dan memahami huruf-huruf hijaiyah. 

Karena pada dasarnya huruf hijaiyah ini menjadi dasaran orang muslim untuk dapat membaca Al-Quran. 

Membaca dan menulis Al-Quran ini juga bukan semena-mena langsung membaca bacaanya, namun juga harus memahami konsonan tulisan dan cara bacanya. 

Mengapa harus mengerti cara dan baca huruf hijaiyah? 

Jika huruf hijaiyah saja belum dapat dipahami, maka untuk membaca dan menulis ayat Al-Quran juga kesulitan untuk memahami dan menerapkannya. 

(BACA JUGA:Ukhti Wajib Tahu, Ini 10 Amalan Saat Haid yang Dianjurkan! InsyaAllah Ibadah Tetaap Lancar)

Lantas ada berapakah huruf hijaiyah itu? 

Huruf hijaiyah ini banyak diperbincangan antara 28, 29 dan 30.

Namun untuk memastikannya, hurud hijaiyah ini dapat dimaksimalkan berjumlah 30 huruf, sebagai berikut:

أ=   Alif

ب=   Ba'

ت=   Ta'

ث=   Tsa

ج=   Jim

ح=   Ha

خ=   Kh

د=   Dal

ذ=   Dzal

ر =   Ra

ز =   Za'

س =   Sin

ش=   Syin

ص =   Shad

ض =   Dl

ط =   Tha

ظ =   Zh

ع =   A'in

غ=   Ghain

ف=   Fa

ق =   Qaf

ك =   Kaf

ل =    Lam

م =    Mim

ن =    Nun

و =    Wau

ه =    Ha

ء =    Hamzah

ي =    Ya

(BACA JUGA:Ijazah Amalan Doa Asmaul Husna! Warisan Rasulullah dan Ijazah Kyai Sakti Lamongan)

Banyak yang beragumen bahwa jumlah huruf hijaiyah ini berjumlah 30 jika ditambahkan dengan "Lam Alif". 

Namun sebagian juga mengatakan bahwa huruf hijaiyah "Lam Alif" ini dapat diwakilkan dengan huruf "hamzah".

Setelah memahami tentang tulisan huruf-huruf hijaiyah, maka dapat dilanjutkan untuk dapat cara membaca jenis-jenis huruf hijaiyah.

(BACA JUGA:Ijazah Amalan Doa Qunut Terbaru! Lengkap dengan Teks Arab-Latin dan Terjemahan)

1. Rongga mulut Rongga mulut (Al - Jauf) terdiri dari satu makhraj. Adapun huruf hijaiah yang keluar dari rongga mulut, yaitu alif, wawu sukun, dan ya sukun. 

2. Tenggorokan Tenggorokan (Al - Halq) terdiri dari tiga makhraj. huruf yang keluar dari tenggorokan, yaitu hamzah, ha, ain, ghoin, dan kho. 

3. Lidah Lidah (Al - Lisan) terdiri dari sepuluh makhraj. Contoh huruf hijaiah yang cara membacanya dari lidah, yaitu: qof, kaf, ja, sya, ya, dho, la, na, ro, ta, da, tho, tsa, dza, dzo, za, sa, dan sho. 

4. Dua bibir Dua bibir (Asy - Syafatain) terdiri dari dua makhraj, seperti huruf fa, wa, ba, dan ma. 

5. Hidung Hidung (Al - Khaisyum) terdiri dari satu makhraj. Contoh huruf hijaiah yang cara membacanya dari hidung, yakni nun bertasydid, mim bertasdid, nun sukun, dan mim sukun. 

Dengan memahami cara baca huruf hijaiyah itu dapat menjadi tiitk dasar sebelum memahami cara baca Al-Quran dengan baik dan benar. 

(BACA JUGA:Amalan Doa Nabi Adam AS Untuk Meminta Pintu Pertaubatan Kepada Allah SWT)

Sebelum menuju pada baca dan tulis Al-Quran, ada hal lain lagi yang harus dipahami yaitu dengan mengetahui vokal bacaan, yaitu 

1. Vokal Panjang

Vokal (a) panjang = â       

Vokal (i) panjang = î           

Vokal (u) panjang = û

2. Vokal Dipotong 

أوْ = A

أيْ=Ay 

أوْ = Û

Setelah itu terdapat ilmu tentang pemahaman harokat.

(BACA JUGA:Ijazah Amalan Doa Nabi Daud AS Untuk Melunakkan dan Meluluhkan Hati Seseorang)

Harokat disini digunakan untuk dapat lebih mudah dalam membaca ayat Al-Quran. Harokat ini terdapat 9 macam, sehingga dengan adanya vokal ini dapat memudahkan intonasi serta vokalisasi dari membaca Al-Quran

Berikut macam-macam harokat:

1. Fathah Fathah merupakan sebuah harakat yang memiliki bentuk garis miring kecil yang letaknya berada di atas huruf hijaiyah. Harakat fathah ini mengeluarkan bunyi “a”. Setiap huruf yang di atasnya terdapat harakat fathah maka akan dibaca dengan vokal a. Jadi, dengan adanya harakat fathah pada huruf hijaiyah di atas maka dibaca menjadi a, ba, ta, tsa, ja. 

2. Dhammah Harakat dhammah ini memiliki bentuk seperti huruf waw (?) namun berukuran kecil yang terletak di atas huruf hijaiyah. Ketika suatu huruf hijaiyah di atasnya terdapat harakat ini maka huruf tersebut akan dibaca dengan vokal “u”. Jadi, huruf hijaiyah di atas yang terdapat harakat dhammah dibaca menjadi ru, zu, du, khu, hu. 

3. Kasrah Kasrah merupakan harakat yang bentuknya seperti garis miring kecil yang terletak di bawah huruf hijaiyah. Ketika suatu huruf hijaiyah memiliki harakat ini di bawahnya maka huruf tersebut dibaca dengan vokal “i”. Jadi, huruf hijaiyah di atas memiliki tanda kasrah di bagian bawah huruf sehingga dibaca menjadi thi, dhi, shi, syi, si.

4. Sukun Sukun merupakan harakat yang berbentuk seperti huruf ha (?) yang diletakan di atas huruf hijaiyah. Sukun ini mematikan suatu huruf hijaiyah. Huruf yang memiliki harakat sukun di atasnya maka huruf tersebut hanya dibaca seperti huruf konsonan. Jadi, huruf di atas yang memiliki harakat sukun akan dimatikan, sehingga dibaca menjadi s, l, k, q, f. 

5. Fathahtain Fathahtain dapat disebut juga dengan tanwin fathah. Harakat ini memiliki bentuk  dua garis miring kecil yang terletak di atas huruf hijaiyah. Huruf yang di atasnya terdapat harakat ini dapat dibaca menjadi -an. Jadi, huruf di atas memiliki tanda fathahtain di bagian atas huruf masing-masing, sehingga dapat dibaca qan, fan, ghan, ‘an, zhan.

6. Dhammahtain Dhammahtain ini dapat disebut sebagai tanwin dhammah. Harakat ini memiliki bentuk gabungan dari harakat dhammah dan sukun, dan memiliki letak di atas huruf hijaiyah. Huruf yang memiliki harakat ini akan dibaca menjadi -un. Jadi, huruf hijaiyah di atas memiliki harakat dhammahtain yang jika dibaca menjadi wun, nun, mun, lun, kun. 

7. Kasrahtain banner-promo-gramedia Kasrahtain dapat disebut sebagai tanwin kasrah. Harakat ini memiliki bentuk dua garis miring kecil yang terletak di bawah huruf hijaiyah. Huruf yang memiliki harakat ini maka akan dibaca menjadi -in. Jadi, huruf hijaiyah yang memiliki harakat kasrahtain di bawahnya maka dapat dibaca menjadi thin, in, in, yin, dzin.

(BACA JUGA:Ijazah Amalan Doa Agar Mudah Dapat Pekerjaan dan Dilancarkan Dalam Setiap Urusan, Bersumber dari Hadits)

8. Tasydid Tasyid ini bisa juga disebut sebagai syaddah. Harakat ini memiliki bentuk seperti kepala huruf sin yang memiliki letak di atas huruf hijaiyah. Huruf yang memiliki tanda tasydid ini pelafalannya akan ditekan. Artinya huruf tersebut dibaca seperti memiliki dua konsonan. Jadi, huruf hijaiyah yang memiliki tanda tasydid maka pelafalannya akan ditekan menjadi madda, marra, awwa, anna, amma. 

9. Bacaan Panjang Harakat-harakat di atas dapat menjadi lambang agar huruf dapat dilafalkan menjadi panjang. Tanda ini biasanya menggunakan huruf yang memiliki vokal yang sama seperti harakat masing-masing seperti, huruf alif dengan harakat fathah, huruf ya’ sukun dengan harakat kasrah, dan huruf waw sukun dengan harakat dhammah. Masing-masing huruf yang memiliki akhiran tersebut maka bisa dilafalkan secara panjang. Jadi, huruf hijaiyah yang terdapat huruf tertentu yang sebelumnya terdapat harakat fathah, kasrah, dan dhammah maka dapat dibaca menjadi batii, bajuu, bukuu, bataa, sabaa.

AK

`
Kategori : Oase